Sabtu, 17 Desember 2011

TUGAS BAB III DAN IV


MANFAAT MEMBACA BUKU

Kebanyakan dari kita lebih sering menggunakan waktu luang kita untuk menonton tv, bermain game, berada di depan computer, shopping dll. Padahal ada hal yang lebih baik yang harusnya kita lakukan ketika sedang ada waku luang, kegiatan tersebut yaitu membaca buku. Buku merupakan jendela dunia, dengan membaca buku kita bisa memiliki wawasan yang luas, namun sayangnya sampai saat ini masih banyak dari kita yang belum sadar akan penting nya membaca buku. Sebesar apapun manfaat membaca buku, tetapi kalau kita kurang menyadari akan pentingnya membaca, itu tidak akan berarti apa-apa.
Dengan membaca buku kita bisa merubah Negara kita menjadi Negara yang maju, sama halnya seperti Negara Amerika, Jepang dn Negara maju lainnya. Sebenarnya, selain untuk menambah wawasan rajin membaca buku pun bermanfaat untuk otak dan kesehatan kita. Setidaknya ada lima manfaat membaca untuk kesehatan seperti yang dilansir oleh lifemojo.
Lima manfaat itu diantaranya adalah :
1.      Melatih Otak
Salah satu keuntungan membaca buku adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut untuk berfikir lebih sehingga dapat membat orang semakin cerdas. Tapi untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin
2.      Meringankan Stres
Stress adalah factor risiko dari beberapa penyakit berbahaya. Keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stress, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagus untuk mengatasi stress.
3.      Menjauhkan resiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.
Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menund atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh. 
4.      Mengembangkan pola tidur yang sehat
Bila anda terbiasa membaca buku sebelum tidur,maka itu bertindk sebagai alarm bagi tubuh anda dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Ini akn membantu anda mendapatkan tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.
5.      Meningkatkan konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih berkonsentrasi dan focus. Karena focus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
Untuk itu, mulai dari sekarang jangn habiskan waktu berjam-jam untuk menonton televise atau bermain game computer, tetapi juga luangkan waktu untuk membaca buku. Kebiasaan baik itu tidak hanya akan menyegarkan fikiran tetapi juga brmanfaat utuk kesehatan dan kehidupan.









Sumber : http://www.solopos.com/2011/lifestyle/kesehatan/5-manfaat-membaca-buku-untuk-kesehatan-88866

TUGAS BAB III DAN IV

PERBEDAAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN
  • Pengertian masyarakat
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
  • Syarat-syarat menjadi masyarakat
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
  2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
  3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.
  • Pengertian masyrakat perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Berikut adalah pengertian kota menurut beberapa para ahli :i. Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. 
ii. Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
iii. Dwigth Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
  • Tipe masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam :
  1. masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
  2. masyarakat merdeka, yagn terbagi dalam :
    • masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
    • masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya
  • Ciri-ciri masyarakat kota
Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. 
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.







  • Perbedaan antara desa dan kota
http://fadlyghopal.files.wordpress.com/2010/12/tabel.jpg?w=614
  • Hubungan desa dan kota
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)\


Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).
  • Unsur lingkungan perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
  1. Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
    • dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
    • memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
  2. Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
  3. Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
  4. Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
  5. Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
  • Fungsi external kota
Fungsi eksternal kota:
Ø  Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
Ø  Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
Ø  Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
1.       Produksi barang dan jasa
2.       Terminal dan distribusi barang dan jasa.
Ø  Simpul komunikasi regional/global
Ø  Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.
  • Pengertian desa
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim,   keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
  • Ciri –ciri masyarakat desa
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
  • Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.
  • Macam-macam gejala masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan mengenal berbagai macam gejala sosial, khussunya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan social.  Gejala- gejala social itu adalah :

a.   Konflik ( Pertengkaran )
Pertengkaran-Pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar ruamah tangga.

b.  Kontraversi ( Pertentangan )
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh peruibahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna ( black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi ini dari sudut kebiasaan masyarakat.




c.   Kompetisi ( Persiapan )
Masyarakat pedesaan adalah manusia pada biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negative.

d. Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bentuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.




























TUGAS BAB III DAN IV

KESAMAAN DERAJAT

PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosialP.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.
TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL                                              
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

–Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku



- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas  ( Vertikal ).
study kasus pelapisan sosial pada kaum ningrat dengan kaum awam.
Kaum ningrat tidak di perbolehkan berhubungan dengan kaum awam dikarenakan perbedaan sosial.
TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan jika masyarakat terbagi menjadi lapisan-lapisan social, yaitu :
a. ukuran kekayaan
b. ukuran kekuasaan
c. ukuran kehormatan
d. ukuran ilmu pengetahuan

KESAMAAN DERAJAT DAN PERSAMAAN HAK
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1.      Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.
ELITE DAN MASSA
Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.
Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Cirri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya



Senin, 17 Oktober 2011

TUGAS BAB II

PENGERTIAN INDIVIDU, MASYARAKAT DAN KELUARGA


1.      INDIVIDU

Individu  berasal dari bahasa latin individuum yang artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan orang-seorang atau manusia perseorangan. Sifat dan fungsi orang-orang disekitar kita adalah makhluk-makhluk yag agak berdiri sendiri, dalam berbagai hal bersama-sama satu sama lain. Tetapi dalam banyak hal terdapat perbedaannya.
Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu.Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.
2.      MASYARAKAT

Banyak para ahli telah memberikan pengertian tentang masyarakat. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentatang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. (Smith, Stanley, Shores, 1950, p. 5). Dari pengertian tersebut di atas ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu bahwa masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dan masyarakat itu suatu kelompok yang berpikir tentang dirinya sendiri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Oleh karena itu orang yang berjalan bersama-sama atau duduk bersama-sama yang tidak terorganisasi bukanlah masyarakat. Kelompok yang tidak berpikir tentang kelompoknya sebagai suatu kelompok bukanlah masyarakat. Oleh karena itu kelompok burung yang terbang bersama dan semut yang berbaris rapi bukanlah masyarakat dalam arti yang sebenarnya sebab mereka berkelompok hanya berdasarkan naluri saja
Znaniecki menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu generasi. Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi. (F Znaniecki, 1950, p. 145),
Jika kita bandingkan dua pendapat tersebut di atas tampak bahwa pendapat Znaniecki tersebut memunculkan unsur baru dalam pengertian masyarakat yaitu masyarakat itu suatu kelompok yang telah bertempat tinggal pada suatu daerah tertentu dalam lingkungan geografis tertentu dan kelompok itu merupakan suatu sistem biofisik. Oleh karena itu masyarakat bukanlah kelompok yang berkumpul secara mekanis akan tetapi berkumpul secara sistemik. Manusia yang satu dengan yang lain saling memberi, manusia dengan lingkungannya selain menerima dan saling memberi. Konsep ini dipengaruhi oleh konsep pandangan ekologis terhadap satwa sekalian alam.
Parson menjelaskan bahwa suatu sistem sosial di mana semua fungsi prasyarat yang bersumber dan dalam dirinya sendiri bertemu secara ajeg (tetap) disebut masyarakat. Sistem sosial terdiri dari pluralitas prilaku-pnilaku perseorangan yang berinteraksi satu sama lain dalam suatu lingkungan fsik. Jika masing masing individu ini berinteraksi dalam waktu yang lama dari generasi ke generasi dan terjadi pada proses sosialisasi pada generasi tersebut maka aspek ini akan menjadi aspek yang penting dalam sistem sosial. Dalam berintegrasi dan bersosialisasi ini kelompok tersebut mempergunakan kerangka acuan pendidikan.
Dari berbagai pendapat tersebut di atas maka W F Connell (1972, p. 68-69) menyimpulkan bahwa masyarakat adalah (1) suatu kelompok orang yang berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai kelompok yang berbeda, diorganisasi, sebagai kelompok yang diorganisasi secara tetap untuk waktu yang lama dalam rintang kehidupan seseorang secara terbuka dan bekerja pada daerah geografls tertentu, (2) kelompok orang yang mencari penghidupan secara berkelompok, sampai turun temurun dan mensosialkan anggota anggotanya melalui pendidikan, (3) suatu ke orang yang mempunyai sistem kekerabatan yang terorganisasi yang mengikat anggota-anggotanya secara bersama dalam keselurühan yang terorganisasi.
 
Pendapat tersebut di atas tidak berbeda dengan pendapat Liton yang dikutip oleh Indan Encang (1982, p.14) yang menyatakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tartentu.

3.      KELUARGA

Keluarga berasal dari bahasa sansekerta “kulawarga”. Kata “kula” berarti ras dan kata “warga” berarti anggota. Keluarga adalah kelompok social terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut.

TUGAS BAB II


He

He is my hero, he is my inspiration, he is my spirit and he is my father. Ya, buat ku ayah ku adalah seorang pahlawan, semangat dan juga inspirasiku. Tak banyak yang tau tentang perasaan ku ini. Perasaan sayang dan cinta yang teramat mendalam untuk ayah ku .
Tak sedikit tetesan keringat yang beliau keluarkan untuk ku, entah sudah betapa lelah beliau membanting tulang untuk menghidupi ku, untuk menyekolahkan ku, dan untuk membahagiakan ku.  Tapi tak ada sedikitpun ku dengar keluhan dari beliau walaupun setiap hari beliau harus melawan terik matahari dan terkadang melawan hujan, walaupun setiap hari beliau harus melawan rasa kantuk dan rasa lelah. Ya ini adalah bukti bahwa ayah ku adalah pahlawan ku.
“selamat belajar ya sayang” kata-kata yang selalu membuat semangat ku semakin berkobar. Tak pernah bosan ayah ku mengucapkan kalimat itu untukku, dan untuk ku kata-kata itu seperti multivitamin penambah semangat dalam diri ku. Terkadang ketika rasa lelah dan malas mulai menggelayuti diri ku, aku selalu teringat ayah ku dan seketika itu pula rasa lelah dan malas berubah menjadi semangat yang luar biasa. Dan ini bukti bahwa ayah ku adalah semangat ku.
Ayah ku bukan lah seorang sarjana dari universitas ternama, ayah ku hanya lah seorang lulusan SMA, tapi beliau mampu membuktikan bahwa beliau mampu bersaing di luar sana dengan para sarjana lulusan universitas ternama di Indonesia. Beliau mampu mendapatkan pekerjaan yang layak dan beliau mampu berdiri sejajar dengan orang-orang besar di sekitar beliau. Kenyataan itu yang membuat ku bertekad untuk bisa menjadi seseorang yang LEBIH dari ayah ku dan bisa mendapatkan yang LEBIH dari yang ayah ku dapatkan. Dan lagi-lagi ini adalah bukti bahwa ayah ku inspirasi ku. 
Tak peduli seperti apa bentuk fisik ayah ku, tak peduli seperti apa latar belakang ayah ku, tak peduli orang berpendapat apa tentang ayah ku, yang ku tau ayah ku adalah laki-laki terhebat. Berbagai rintangan hidup mampu beliau lewati dengan penuh senyum dan di tengah kondisi fisik yang mulai melemah beliau tetap memiliki semangat untuk terus membesarkan ku sendiri.
Tak pernah ada secuil pun rasa malu ketika ayah ku menemaniku belanja, ke kampus, dll. Tak ada sedikitpun terlintas dalam benak ku untuk menyembunyikan jati diri ayahku, bahkan aku ingin seluruh dunia tau bahwa yang menemaniku saat itu adalah ayah ku, laki-laki terhebat dalam hidup ku.
Aku tau tak banyak yang bisa aku lakukan untuk beliau, tapi satu tekad dan cita-cita jangka pendek ku yaitu membuat beliau bangga dengan apa yang aku lakukan, aku ingin membuat beliau tersenyum akan keberhasilan ku dan kalaupun beliau harus menangis, aku ingin beliau menangis haru karena kesuksesan ku.

Senin, 26 September 2011

TUGAS BAB I


KISAH ANAK JALANAN


Sebuah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya hanya menghabiskan waktu di jalan, berperang melawan terik sang surya di siang hari dan melawan kerasnya kehidupan malam hari di jalan. Di setiap penjuru kota, terutama kota-kota besar sering kita melihat sosok anak-anak jalanan berusaha mengais sedikit rezeki untuk menyambung kehidupan mereka dan keluarga mereka.
Kucel, jorok, dan nakal adalah beberapa opini yang muncul dalam benak kita ketika melihat sosok anak jalanan, sehingga tidak ada sedikit pun minat dalam diri kita untuk merangkul mereka, untuk membantu mereka dan terutama untuk memberikan mereka sebuah pendidikan. Sementara mereka semua membutuhkan itu dari kita, mereka membutuhkan orang-orang yang mau untuk merangkul dan membantu mereka.
Tak banyak orang yang berfikir, bagaimana perasaan mereka menjalani kehidupan mereka? Tuluskah senyum yang terlukis dari wajah mereka? Sadarkah kita bahwa dibalik seulas senyum yang terlukis dari wajah mereka tersimpan berjuta beban kehidupan yang mengharuskan mereka menjadi seperti itu, meninggalkan kebahagiaan masa anak-anak mereka, menghabiskan waktu mereka di jalan dan tentunya mereka harus rela meninggalkan bangku sekolah mereka untuk tetap meyambung hidup.
Jarang sekali orang-orang yang mau sedikit peduli terhadap mereka anak jalanan. Sebenarnya kalau kita mau memahami sedikit saja penyebab kenakalan mereka yaitu salah satunya adalah kurangnya perhatian dari orang-orang disekeliling mereka, sehigga mereka merasa terasingkan dan akhirnya melakukan kenakalan-kenakalan yang menurut mereka bisa membuat mereka diperhatikan oleh orang-orang disekeliling mereka. Selain itu pula kurangnya pendidikan dan seringnya mereka bergulat dengan kehidupan jalanan membuat mereka mejadi anak-anak yang tidak memiliki etika.

TUGAS BAB I

ILMU SOSIAL DASAR

1.      PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mengkaji berbagai gejala-gejala masalah sosial yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat dengan menggunakan teori-teori yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu sosial. Salah satu contoh masalah sosial yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat adalah kemiskinan.
Ilmu sosial dasar bukan lah merupakan gabungan dari ilmu-ilmu social yang lainnya, karena masing-masing memiliki disiplin ilmu, metode serta objek penelitian yang berbeda sehingga tidak dapat di gabungkan atau di padukan. Selain itu, ilmu sosial dasar dirancang khusus untuk pengajaran di perguruan tinggi.
  
2.      TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR

Adanya mata kuliah soft skill ilmu sosial dasar di perguruan tinggi memiliki tujuan tersendiri, yaitu :
-       Memberikan pemahaman dan kesadaran kepada para mahasiswa tentang adanya kenyataan-kenyataan sosial serta masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat
-       Memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan, sehingga dapat meningkatkan daya tanggap, persepsi, penalaran dan kepakaan mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya. 
-       Memberikan kesadaran kepada para mahasiswa bahwa setiap masalah sosial itu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya
-       Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah sosial sehingga mahasiswa lebih cepat tanggap untuk ikut serta menanggulangi masalah sosial tersebut.
-       Memahami jalan pikir para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat
-       Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar memperoleh wawasan pemikiran yg lebih luas

3.      RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR

Dalam menentukan ruang lingkup mata kuliah ilmu sosial dasar ini ada dua masalah yang dipertimbangkan, yaitu :
1.      Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat diselesaikan melalui pendekatan sendiri atau pendekatan antar bidang.
2.      Adanya beragam golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup diatas maka masih diperlukan penjabaran untuk di operasionalkan ke pokok bahasan atau sub pokok bahasan yaitu :
a.       Mempelajari adanya berbagai masalah dengan kependudukan dan hubugan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan
b.      Mempelajari masalah yang ada pada individu dan masyarakat
c.       Mengkaji masalah kependudukan dan sosialisasi
d.      Mempelajari hubungan antar warga Negara dengan Negara
e.       Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dn persamaan derajat
f.       Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan

Rabu, 21 September 2011

BERSYUKUR

Terlalu sering kita mengeluh untuk sesuatu yang kita dapatkan namun tidak sesuai dengan harapan kita.
Contoh kecilnya saja : "yahh mamah, kok uang jajannya cuma segini sih ?" Itu kata-kata yang paling sering kita ucapkan ketika kita mendapatkan uang jajan yang jumlahnya sedikit dari orang tua kita ..
mengapa harus seperti itu sih ??
Padahal kalau saja kita mau sedikit untuk bersyukur, kata-kata seperti itu tentu saja tidak akan keluar dari mulut kita.
Sekarang coba sama-sama kita renungkan hal ini !!
Kalau kita melihat di sepanjang jalan ibu kota sering kita jumpai anak-anak kecil yang harus berjuang sendiri mencari uang untuk membeli sesuap nasi dan untuk meneruskan pendidikan mereka, tapi apa selama ini mereka sering mengeluhkan keadaan itu ? tentu saja TIDAK, mereka tetap menjalani kehidupan mereka dengan seulas senyuman di wajahnya. 
Sementara kita yang selama ini kerjaannya hanya meminta dan meminta kepada orang tua kita kok masih saja mengeluh dengan apa yang kita punya sih?
ayo lah sama-sama kita belajar untuk bersyukur, percaya lah bahwa bersyukur itu indah :)