Senin, 21 Oktober 2013

KANKER SERVIKS BISA SEMBUH TOTAL




Kanker serviks, si silent disease menyerang tanpa gejala. Keganasan virus HPV (Human Papiloma Virus) membuat kanker ini jadi pembunuh wanita (muda) nomor dua. Tragisnya, 65% - 70% wanita yang terdiagnosis ternyata sudah memasuki stadium 2,3 bahkan 4.
Pada tahun 1983 penyebab kanker serviks ditemukan. Diketahui,kanker ini bermula dari kejadian infeksi didalam system reproduksi wanita, akibat “aksi” HPV. Seharusnya temuan ini menjadi kabar gembira, sebab vaksin pencegah virus tersebut akhirnya bisa dibuat. Apalagi Professor Ian Frazer, ilmuan Australia, penemu vaksin kanker serviks bisa sembuh total. Syaratnya, harus ditemukan dan diobati di stadium awal.
Untuk menghambat laju serangan kanker serviks, pencegahan yang efektif melalui deteksi dini adalah hal yang harus dijalani. Sementara, wanita Indonesia sendiri minim kesadaran akan pentingnya memeriksakan diri dengan screening (papsmear) secara rutin. Dari jumlah 80% wanit hanya 5% saj yang melakukannya. Itulah yang menyebabkan penderita kanker serviks di Indonesia semakin meningkat. “Setiap satu jam satu wanita di Indonesia mennggal karena kanker serviks”.
Sama seperti sifat virus yag lainnya, HPV pun menyerang siapa saja dan menyebar kemana saja. Memang, tubuh punya kemampuan alami untuk menaklukkan virus tersebut sehingga tak sampai tumbuh menjadi kanker serviks. Namun sayangnya pada sebagian orang virus itu tetap menetap, lamanya bisa lebih dari 5,7 atau 10 tahun hingga akhirnya terdeteksi. Itulah sebabnya harus dilakukan deteksi dini dengan papsmear setahun sekali. Hanya dengan deteksi dini wanita dapat menolong dirinya sendiri. Penderita kanker serviks tidak hanya terbebani biaya pengobatan yang tinggi, tetapi juga beban rasa malu karena dianggap mengidap penyakit yang “kotor”. Padahal itu hanyalah stigma.
Penyakit tanpa gejala, yang jika sudah menyerang leher rahim diibaratkan seperti kembal kol ini bisa dideteksi dengan cara :
-        Melakukan papsmear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk medeteksi awal , dimana perubahan sel dapat diidentifikasikan di leher rahim
-        Pada umumnya lesi pra kanker tidak menimbulkan gejala
-        Resiko berkembangnya kanker serviks pada wanita yang tidak melakukan screening dengan teratur, 5 kali lebih tinggi dibandingkan yang teratur
-        Deteksi dini penting dilakukan karena dapat membantu mendeteksi perkembangan kanker serviks, tetapi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV


Penulis : Asteria Elnada
Penerbit : Majalah Wanita Mingguan Femina
Edisi : 21-27 Mei 2011
  

2 komentar:

  1. mba kalo penderita kanker servik sudah melalui tahap oprasi ..apa benar suatu saat virus yang pernah ada bisa berkembang lagi lewat darah ???

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak untuk pembahasannya ini sangat membantu

    http://herbalkuacemaxs.com/pengobatan-herbal-kanker-serviks/

    BalasHapus