Sabtu, 03 November 2012

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


  •  KOMUNIKASI DIAGONAL KE BAWAH

Komunikasi diagonal ke bawah adalah komunikasi yang berlangsung dari seorang pimpinan dengan pejabat atau pimpinan yang lebih rendah. Antara atasan dan bawahan tidak ada hubungan hirarki tetapi hanya merupakan hubungan kerja. Dilihat dari segi ketatalembagaan, komunikasi diagonal ke bawah adalah komunikasi yang berlangsung dan satuan organisasi yang lebih tinggi dengan satuan orga­nisasi yang lebih rendah.
·         KOMUNIKASI DIAGONAL KE ATAS.
Atas dasar pengertian komunikasi diagonal ke atas dan komunikasi diagonal ke bawah seperti telah diuraikan di atas, maka secara singkat dapat dikatakan bahwa komunikasi diagonal (ke atas maupun ke bawah) adalah komunikasi antara pejabat-pejabat atau unit-unit yang berbeda tingkatan (level) dan wewenangnya baik yang secara fungsional ada hubungannya maupun secara fungsional tidak ada hubungannya.
·         KOMUNIKASI HORISONTAL
Komunikasi horisontal adalah komu­nikasi antara pimpinan atau pejabat yang setingkat dalam suatu organisasi. Misalnya komunikasi antara Kepala Biro dengan Kepala Biro, Kepala Bagian dengan Kepala Bagian, Kepala Seksi dengan Kepala Seksi.
Dari segi ketatalembagaan, komunikasi horisontal adalah komunikasi antar satuan organisasi yang setingkat dalam suatu organisasi. Misalnya Biro Hukum dengan Biro Kepegawaian, Bagian Keuangan dengan Bagian Pengadaan, Seksi Pol Kendaraan dengan Seksi Keamanan.
·         KOMUNIKASI SATU ARAH
Komunikasi satu arah atau one way communication adalah komunikasi yang tidak mendapat respon dari pihak penerima informasi (komunikan). Komunikan sengaja tidak memberi tanggapan karena sesuatu hal, atau komu­nikator memang sengaja tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk memberi reaksi. Apabila komunikasi ini terjadi antara pimpinan dengan bawahan maka komunikasi dari pimpinan itu lebih bersifat komando atau perintah, sehingga bawahan hanya berperan sebagai pelaksana perintah saja.
Komunikasi satu arah ini berlangsung top-down, cepat dan efisien, tetapi tidak memberi kepuasan bagi komunikan. Komunikasi satu arah me­nimbulkan kesan pimpinan yang otoriter. Komunikasi satu arah juga sering menimbulkan berbagai ketegangan atau pertentangan karena adanya kesalah­pahaman dan ketidakjelasan.
·         KOMUNIKASI DUA ARAH
Komunikasi dua arah atau two-way communication adalah komunikasi yang berlangsung secara timbal-balik. Komunikator mendapat respon, umpan balik atau feed back dari pihak komunikan sehingga muncul saling pengertian antara kedua belah pihak. Komunikasi dua arah berlangsung secara lamban sehingga tidak efisien, dan keputusan tidak dapat diambil dengan cepat. Akan tetapi komunikasi dua arah dapat menghindari terjadinya kesalahpaman yang sehingga dapat menimbulkan situasi kerja yang akrab, penuh kekeluargaan dan demokratis.
Media yang dipergunakan baik untuk komunikasi satu arah maupun dua arah adalah dengan memo/nota dalam, telepon, interpon, surat tugas, perintah atau intruksi, baik secara lisan maupun secara tertulis.
·         KOMUNIKASI SATU LAWAN SATU
Komunikasi satu lawan satu adalah komunikasi antar-pribadi. Komuni­kasi ini dapat terjadi antara seorang pimpinan dengan bawahan, antara se­orang pimpinan dengan seorang pimpinan yang setingkat, antara seorang bawahan dengan seorang bawahan. Media yang dipergunakan bisa media lisan misalnya dengan tatap muka, melalui telepon atau interphone, dan dapat pula melalui media tertulis, misalnya memo/nota dalam, surat dinas, dan sebagainya.
·         KOMUNIKASI SATU LAWAN BANYAK
Komunikasi satu lawan banyak adalah komunikasi antara seseorang dengan beberapa orang dalam suatu kelompok. Komunikasi ini dapat ber­langsung antara seorang pimpinan dengan para bawahan pada saat pimpinan memberi penjelasan tentang kebijaksanaan yang akan ditempuh organisasi, dan antara seorang bawahan yang sedang diinterview tentang peristiwa yang sedang terjadi.
·         KOMUNIKASI BANYAK LAWAN SATU
Komunikasi banyak lawan satu atau kelompok lawan satu adalah komunikasi antara kelompok dengan seseorang. Komunikasi ini dapat terjadi antara semua anggota organisasi dengan pimpinan organisasi, atau antara beberapa orang pimpinan dengan pimpinan organisasi dan antara beberapa orang bawahan dengan pimpinannya.
Media komunikasi yang dipergunakan, misalnya: interview, rapat dinas, rapat pimpinan, rapat kerja, ceramah, pidato dan sebagainya.
·         KOMUNIKASI KELOMPOK LAWAN KELOMPOK
Komunikasi kelompok lawan kelompok adalah komunikasi antara sekelompok pegawai/karyawan dengan kelompok pegawai/karyawan yang lain. Misalnya, Sekelompok pimpinan dengan sekelompok bawahan, sekelompok bawahan dengan sekelompok pimpinan, dan lain-lain.
Saluran media komunikasi yang dipergunakan bisa dalam bentuk rapat, lokakarya dan sebagainya.
·         KOMUNIKASI FORMAL
Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi di antara para anggota organisasi, yang secara tegas diatur dan telah ditentukan dalam struktur organisasi. Komunikasi formal berhubungan erat dengan proses penyelenggaraan kerja dan bersumber dari perintah-perintah resmi, sehingga komunikasi formal mempunyai sanksi resmi.

1 komentar: